Tips Menyambut Bulan Ramadhan

Apa sih hal yang harus kita persiapkan?

Ramadhan bulan yang mulia

Salah satu bukti keimanan seseorang adalah ketika ia bergembira dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Laksana tamu agung yang akan segera hadir menyapanya maka tentu akan sangat rugi jika Ramadhan hanya terlewat begitu saja atau malahan kita hanya bersikap biasa saja seolah Ramadhan tidak memiliki keutamaan. Sudah selayaknya seorang muslim bergembira menyambut Ramadhan karena setiap keutamaan yang Allah berikan haruslah disikapi dengan rasa suka cita..

- glorious month -

Image

Ramadhan terdapat malam seribu bulan

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.”(HR. Ahmad).

- month of forgiveness -

Image

Bulan yang dinantikan

Tentu bahagia yang dimaksud bukan bersuka cita dengan membuat perayaan atau bermain petasan dan kembang api tapi yang dimaksud adalah kebahagiaan dalam arti bisa bertemu dengan bulan Ramadhan dan mengisinya dengan amal ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.

- charity month -

Image

Sedekah di bulan ramadhan

“ Orang yang celaka ialah yang tidak mendapat ampunan Allah pada bulan itu. Kenanglah, ketika kalian lapar dan dahaga, kelaparan dan kehausan pada hari kiamat nanti. Bersedekahlah kepada fakir miskin di tengah-tengah kalian. Hormati orang tua, sayangi anak muda. Sambungkan persaudaraan. Tahan pandangan dari apa yang tidak halal dilihat. Jaga telinga dari yang tidak halal didengar. Sayangi anak-anak yatim orang lain, agar Allah menyayangi anak-anak yatim kalian. Bertobatlah pada Allah dari dosa-dosa kalian. Angkat tangan ke arah langit, sampaikanlah do’a pada waktu-waktu shalat, karena itulah saat ijabah. Di situ Allah memperhatikan hamba-Nya dengan penuh kasih. Allah menjawab ketika mereka menyeru-Nya. Allah menyambut mereka saat memanggil-Nya. Allah memperkenankan mereka ketika berdo’a kepada-Nya."

Image

PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Agar Ramadhan tidak berlalu begitu saja dan hanya meninggalkan sensasi lapar, kantuk dan dahaga saja maka setidaknya kita perlu melakukan persiapan-persiapan agar dapat mengoptimalkan Ramadhan yang akan segera hadir. Hal yang perlu dipersiapkan antara lain :

Persiapan ruhiyah yang kita perlukan adalah dengan cara membersihkan hati dari penyakit sehingga melahirkan niat yang ikhlas. Ingat bahwa setiap amal tergantung pada niatnya maka hendaknya kita bisa hadirkan keikhlasan. Hanya dengan keikhlasan kita bisa mendapatkan keutamaan puasa. Terutama ampunan atas dosa-dosa sebelumnya sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.(Muttafaq ‘Alaih) Persiapan ruhiyah juga termasuk pengkondisian hati kita sehingga bahagia menyambut datangnya bulan Ramadahan. Termasuk berdoa meminta kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Persiapan Fikriyah adalah persiapan ilmu. Karena tanpa ilmu tidak mungkin kita bisa beramal dengan benar. Sebelum Ramadhan tiba sebaiknya kita telah membekali diri dengan ilmu agama terutama yang terkait secara langsung dengan amaliyah di bulan Ramadhan. Tentang kewajiban puasa, keutamaan puasa, fiqih puasa mulai dari niat puasa Ramadhan hingga sunnah-sunnah dan hal yang membatalkannya. Juga amaliah Ramadhan seperti tarawih, i’tikaf, zakat, dan sebagainya. Pemahaman terhadap ilmu agama merupakan tanda kebaikan yang Allah kehendaki terhadap seseorang sebagaimana sabda Nabi: Barangsiapa yang dikehendaki Allah akan kebaikan maka ia difahamkan tentang (ilmu) agama.(Muttafaq ‘Alaih)

Maksudnya adalah persiapan fisik, karena bulan Ramadhan juga menuntut fisik yang prima agar kita dapat beribadah dengan lancar. Bulan Ramadhan akan menciptakan siklus keseharian yang berbeda dari biasanya dimana kita akan berpuasa di siang hari dan melakukan ibadah seperti salat tarawih di malam hari. Kita harus tetap produktif dalam bekerja dan beraktivitas dan tentu bukan bermalas-malasan dengan alasan sedang berpuasa sehingga hal ini hanya dapat terwujud jika fisik kita benar-benar sehat. Karenanya kita perlu mempersiapkan jasadiyah kita dengan berolah raga secara teratur, menjaga kesehatan badan, dan kebersihan lingkungan. Jika dari sekarang saja sudah loyo dan bermalas-malasan maka nanti akan terbawa ke Bulan Ramadhan. Ingat bahwa Allah menyukai muslim yang kuat ketimbang yang lemah sebagaimana sabda Nabi: Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.(HR. Muslim)

Yaitu persiapan materi. Kita memerlukannya dalam menyambut bulan Ramdhan bukan untuk membeli baju baru atau menyediakan aneka hidangan mewah untuk berbuka nanti tetapi kita akan memerlukan dana lebih nantinya untuk memperbanyak infaq, memberi, ifthar(buka puasa) orang lain dan membantu orang yang membutuhkan. Tentu saja bagi yang memiliki harta yang mencapai nishab dan haul wajib mempersiapkan zakatnya. Rasulullah mencontohkan, beliau orang paling dermawan dan lebih dermawan lagi saat berada di bulan Ramadhan. Dengan persiapan materi yang cukup diharapkan ketika memasuki bulan Ramadhan dapat kita keluarkan melalui zakat, infak dan sedekah.

Persiapkan diri secara maksimal ya!

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْتَتَّقُونَ.

“Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. (Berpuasa) agar kamu bertakwa.”